[dia] [lo] [gue]

 

  • “Adek mencintaimu, Bang.”
    “Abang juga, Dek.”
    “Adek minta sama abang, tolong jangan pernah selingkuh dari adek.”
    “Hahahaha.”
    “Kenapa tertawa, Bang? Apa yang lucu?”
    “Bukankah saat ini statusmu adalah selingkuhanku?”
    “Yah, maksudku jangan punya hubungan dengan yang lain lagi. Cukuplah adek dan si Kakak buat Abang.”
    “Baiklah, Dek.”

 

Kurangkul kekasihku yang imut dan berwajah lembut dengan mesra. Di benakku bermain kata-kata : if i can cheat her for you, why can’t i cheat you for him?

 

31 komentar pada “[dia] [lo] [gue]”

    1. makasih ya udah mampir, like, juga. Hehe, iya itu kalimat udah lama terngiang di kepala. Baru kepikiran untuk merangkainya jadi cerita (sangat) pendek. 🙂

          1. Aku jadi ingat temanku, dia sudah nikah, punya 1 anak masih kecil, ketemu pria dokter single, saling suka. Aku sudah bilang jangan ikuti perasaan, nampaknya keduanya tetap maju pantang mudur.

            Dialog yang Riga buat singkat tp padat, dan mengena banget ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s