[Berani Cerita #19] Penyeberangan Hati

kardady.wordpress.com
kardady.wordpress.com

Pukul 09. 00. Pagi ini.

Seperti seratus satu pagi yang telah berlalu, mereka masih di sini, garis penyeberangan yang memisahkan jalan. Berdiri di masing-masing sisi. Menunggu salah satu mengesampingkan ego, berlari menyeberangi garis penyeberangan menuju satu yang lain, memeluk hangat lalu berbisik mesra di telinga : Maafkan aku. Aku mencintaimu.

Tapi tidak satupun dari mereka yang bergerak. Tidak Arni, tidak juga Hadi. Keduanya terlalu mementingkan harga diri juga memelihara sakit hati. Menanam api di hati. Mengembusnya terus-menerus hingga baranya kian besar, membakar. Ardi masih menatap perempuan cantik yang dulu ia akui sebagai kekasih tegak di seberang sana. Tetap tegak hingga lampu lalu lintas menyala merah, dan pandangannya terhalang segala macam kendaraan yang lalu-lalang. Lalu pada satu saat, sosok Arni menghilang. Hadi menghela napas dan pergi.

Pukul 10. 00. Seratus hari yang lalu. Lanjutkan membaca “[Berani Cerita #19] Penyeberangan Hati”