[Flashfiction] Tunggu Aku di Bandaramu

bandara

Kutekan pedal gas dalam-dalam. Klakson terus kubunyikan. Mobil di depanku akhirnya menepi. Entah menyadari aku sedang buru-buru atau ia tak tahan kuklakson terus-terusan. Saat kulewati, kulihat jari tengahnya teracung. Ah, peduli amat!

“Aku pergi, Mas. Jika kau mencintaiku, kau pasti datang menjemputku.” Ucapan Kayla terngiang lagi di telingaku. Kayla, jangan pergi! Aku mencintaimu!

Mobil kupacu kian kencang menuju bandara.

Terlambat. Ketika langkahku sampai di ruang tunggu, pesawat yang ditumpangi Kayla telah berangkat. Aku terduduk lemas. Kubayangkan sebuah cerita romantis. Sang kekasih hati ternyata tak jadi pergi. Ia menunggu pangerannya datang. Sayang, itu cuma cerita dalam film.

Sebuah tangan menyentuh bahuku. Aku menoleh.

“Kayla! Kamu menungguku!”

“Nggak juga, Mas. Aku terlambat datang.”