[Cerita Pendek] Di Ujung Segala Penghujung

di ujung segala penghujung

sumber

bagian pertama : Rembulan Malang

bagian kedua    : Malam Berselimut Api

Dinding-dinding penjara lembab dan kotor. Kecoa berlarian ke sana kemari. Seekor sedang merayapi kaki Banu, selir dari sultan terdahulu.

“Hii…”

Asgar di sel sebelahnya mengangkat kepala. “Bibi, kau baik-baik saja?”

Pertanyaannya disambut isakan. “Bibi tak sengaja, Asgar. Ketika Gosini menampar bibi, serta-merta bibi mendorongnya. Dia jatuh menghantam ujung meja.”

Asgar diam. Dia seharusnya menghibur bibinya. Tapi apa gunanya?

Gegas langkah kaki menyentakkan mereka.

“Jahanara!” Banu dan Asgar sigap mendekat.

“Bibi!” Pipi jelita basah air mata. Sengguknya membuat iba. “Maafkan aku. Semua jadi berantakan karena aku.”

“Beta, beta. Ini takdir Mahakuasa.” Banu mencoba bijaksana, meski hatinya menjeritkan luka. “Semoga Sultan mengampuni kita.”

“Sultan tak akan mengampuni kalian!” Suara berat dan kering seorang lelaki menyahut. Semua orang terkesiap, menyadari siapa yang datang.

Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Di Ujung Segala Penghujung”