[Cerita Pendek] Tunas Cinta yang Patah

foto : pmisputrimaura.blogspot.com
foto : pmisputrimaura.blogspot.com

Duet with Red Carra
BAGIAN PERTAMA KLIK DI SINI

REVAN

Ini bulan ke dua Arimbi bekerja di warung baksoku. Aku senang melihat kinerjanya. Arimbi adalah pekerja paling rajin yang pernah kulihat.

“Mbi, kalau capek istirahat dulu,” tegurku saat kulihat dia masih bergegas mondar-mandir dari dapur menuju bagian depan warung sambil membawa keranjang berisi piring dan mangkuk yang baru selesai dicuci.

“Alaah, gue udah biasa kerja beginian. Tenang aja, Bos!” dia mengibaskan tangan sambil memberi aku satu senyuman. Entahlah, hatiku selalu hangat setiap menyesap senyum di bibirnya. Tangan Arimbi cekatan mengeringkan piring dan mangkuk lalu menyusunnya di rak piring.

“Van, lo beruntung banget. Gue liat Arimbi ini kerjanya dua kali lipat dari Mbak Ning,” sela Bendi salah satu pegawaiku. Aku tersenyum geli.

“Emang siapa itu Mbak Ning?” tanpa menghentikan gerakan tangannya, Arimbi melontarkan pertanyaan.

“Mantan pekerja di sini juga, Mbi. Dengar-dengar sih Mbak Ning ini naksir sama Revan tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Patah hati, dia mutusin pulang kampung dan kawin sama lelaki pilihan ayahnya. Dan lo tahu nggak Mbi?” Bendi mengerling jahil padaku. Aku memelototinya. Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Tunas Cinta yang Patah”