[Berani Cerita #26] Kejutan di Dalam Gudang

gudang

“Rattyyy! Kau di manaaa?”

Itu suara Micel. Dia pasti sedang kebingungan mencariku. Hihihihi, biarkan saja. Permainan petak umpet ini sungguh menyenangkan. Kami sedang bermain di sebuah rumah besar yang tak terawat. Bukan, ini bukan rumah tak berpenghuni. Hanya saja, seperti kataku tadi, tak terawat. Bagian terasnya dipenuhi dedaunan kering, ruang tamu diselimuti debu, dapurnya berantakan. Hanya bagian gudang yang tampaknya lebih rapi meski disesaki barang bekas.

Di sinilah aku sekarang. Gudang. Pintu ruangan berukuran sekira 6 x 7 meter ini sebenarnya terkunci rapat. Tapi tidak dengan jendela kecil di sebelahnya. Tubuh mungilku dapat dengan leluasa menyelinap masuk. Ketika sudah berada di dalam, aku terperangah. Sepertinya ini bukan sembarang gudang. Di dalamnya kulihat puluhan kanvas dengan lukisan indah terpasang. Meski dengan penerangan minim, mataku masih bisa menangkap keindahan mereka. Aku terus berjalan menjelajah ruangan luas ini. Di sudut kananku tergeletak beberapa kardus berwarna putih. Aku tergelitik untuk menelisik.

“Wah! Kristal!”

Di dalam salah satu kotak kutemukan sebuah hiasan berbentuk angsa yang sangat anggun terbuat dari jalinan kristal indah. Apa ini yang mereka sebut Swarovski? Ternyata benar-benar indah! Meski aku masih ingin mengetahui isi kardus lain, rasa ingin tahu telah membimbing langkahku beranjak lebih jauh ke dalam gudang. Hidungku mengendus. Ada bau-bauan aneh menguar dari bagian dalam. Pelan-pelan aku mendekat ke sumber bau.

“Wah!” Lanjutkan membaca “[Berani Cerita #26] Kejutan di Dalam Gudang”