[Flashfiction] Terimakasih, Papa, Aku Membencimu

foto : weheartit.com
foto : weheartit.com

Kapten Polisi Sumarno mencibir ketika mengetahui anaknya kembali gagal dalam tes menembak untuk mendapatkan izin menggunakan senjata.

“Tes begini saja tak bisa. Mau jadi kapten sepertiku? Mimpi!” Sumarno menikam sepotong rendang dengan garpu.

Radit membisu di sebelahnya. Sumarno bangkit menuju kamar. Ketika kembali, sepucuk pistol ada di genggamannya.

“Jangan-jangan cara memegang pistol pun kau tak tahu?” dia tertawa menyakitkan. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Terimakasih, Papa, Aku Membencimu”