[Cerita Pendek] Dahlia

saying_goodbye2

Dahlia bergegas ke luar dari kamarnya, menyeberangi ruangan lengang berlantai kayu oak yang disikat hingga mengilat menuju ruang duduk. Bertha, pembantunya memberitahu bahwa ada telepon menunggu.

Frank!

Dahlia merasakan debaran keras menghantam dadanya. Berulang kali dia hirup hangat udara petang di akhir musim panas. Ketika debar jantungnya mereda, diangkatnya gagang telepon berbentuk corong dari kotak kayu di dinding.

“Frank?”

Suara gemerisik terdengar dari kejauhan. Lalu suara seorang lelaki merasuki pendengaran Dahlia. “Sayangku? Itu kau?

Dahlia merasa bunga-bunga mekar di dadanya. “Ini aku, Cinta. Bagaimana keadaanmu?”

Aku baik-baik saja.”

Ada jeda mengapung di udara. Begitu banyak yang ingin diutarakan Dahlia. Begitu banyak cerita yang ingin dia bagi. Tapi semua mengental di ujung lidah, tersekat di sana tak mampu cair menjadi kata-kata.

“Kapan kau pulang, Frank?” Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Dahlia”