[Flashfiction] Sang Mantan

foto : internet
foto : internet

Sore yang menyenangkan di sebuah kafe yang nyaman. Ditemani secangkir cappucino panas yang kuseruput perlahan aku duduk menanti Cindy datang. Sebenarnya aku sudah menawarkan diri untuk menjemputnya dari tempat arisan, tapi dia menolak.

“Biar teman arisanku yang antar, Mas,” begitu katanya. Aku menurut saja.

Kulirik jam di pergelangan tangan. Cindy sudah terlambat lima menit dari waktu yang dijanjikan. Ah, tak mengapa. Namanya juga perempuan, jika sedang asyik bergosip dengan sesamanya pasti lupa waktu.

“Randiiiiii.”

Dari pintu masuk seorang perempuan berseru sambil melambaikan tangan. Dua perempuan di belakangnya ikut melambai. Bergegas mereka berjalan ke arahku. Aku ingin kabur, tapi terlambat. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Sang Mantan”