[Cerita Pendek] Menepis Jejak Luka

images22

sumber

Apa yang harus kau lakukan, jika tempat terindah yang mampu kau bayangkan tetap tak mampu redakan resah?
Alea menengadah, mengalihkan pandang dari layar Blackberry putih miliknya. Satu ‘klik’ dan cuitan itu akan terkirim ke dunia maya. Alea mendesah gundah. Jemarinya menekan tombol ‘delete’ hingga kalimat tadi lenyap. Sebuah cuitan baru dia ketikkan.

I’m in heaven!

Alea mengarahkan ponselnya ke arah pantai. Lensa kamera segera menangkap sebentuk keindahan yang mampu belalakkan mata. Hamparan pasir putih dan biru laut berpadu sempurna. Deretan cemara yang tumbuh rapi di belakang garis pantai menambah harmoni. Semilir angin dan debur ombak menyempurnakan suasana siang yang teduh sebab segumpal awan menyelubungi matahari.

Klik. Lansekap istimewa itu telah tersimpan di ponsel. Send.Tak menunggu lama, denting-denting kecil terdengar. Deretan pertanyaan dan komentar berhamburan di grup BBM Alea. Dia memilih untuk tidak menanggapi semua pesan yang masuk. Hanya sebuah smiley yang dia sematkan sebelum menon-aktifkan ponselnya. Alea membaringkan tubuh rampingnya di kursi santai yang dinaungi payung peneduh. Topi caping lebar dia turunkan lebih dalam, menutupi nyaris seluruh wajah. Dia datang kemari hanya ingin menyepi, menenangkan diri dan membersihkan pikiran. Dari segala hal tentang Frans.

Ah, Frans. Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Menepis Jejak Luka”