[Flashfiction] Sabotase

Dara mengangsurkan surat bersampul biru muda  ke tangan Arda. Senyumnya merekah.

“Bacanya setelah pesawatku berangkat, ya.”

Arda mengangguk. Menatap langkah Dara dan kakaknya Dira yang bergegas menuju ruang tunggu bandara.

********

Ponsel Dara bergetar. Arda? Kok sudah menelepon?

“Hai, Arda. Cepet banget nelponnya. Ada apa?”

“Dara, aku mengerti isi surat kamu. Aku janji ga akan ganggu kamu lagi. Semoga kalian berdua bahagia. Selamat tinggal.”

“Arda! Kamu ngomong apa sih? Aku —”

Tuuuuuutttttt…

“Kenapa si Arda?”

“Entahlah, Kak. Dia bilang selamat tinggal ke aku.”

“Mungkin dia emang ga suka sama kamu.”

“Tapi….perhatiannya selama ini?”

Dira mengangkat bahu. Tangannya merogoh tas kecilnya. Selembar kertas biru muda ia remas.

“Sebentar, kakak mau buang sampah dulu.”

********