[Semacam Puisi] Kita dan Purnama

purnama 2Rasa tak ingin berhenti memandangi rupa langit malam ini. Purnama memijar di angkasa, memendar sejuta pesona. Dan aku terpana.

Memang purnama tak lama, sekejap saja dalam lintasan masa. Tapi asa kita tak pernah sirna. Selalu kita nantikan hadirnya sang juwita.

Sekali waktu, jelita wajah bulan tertutup awan hitam. Jelaga memupur angkasa, dingin pun meraja. Lalu kita saling eratkan raga.

Berbagi, segala yg kita punya. Keluh, kesah, desah, basah. Tak ada yang tersisa. Aku ada padamu. Kamu di dalamku. Satu.

Tak sadar, hujan telah reda. Di balik tipis mega, bulan mengintip malu-malu, dan kulihat wajahmu tersipu. Merah serupa delima. Suka!

Lalu bulan mandikan kita, dengan siraman cahaya, dan kerlip gemintang. Angin berbisik, melagukan kidung cinta. Matapun memejam erat.

Sebelum kau jelang taman mimpi, kubisikkan kata cinta. Matamu tertutup rapat, tapi senyummu memendar indah. Di atas, kulihat bulan cemburu.

Lelap..lelaplah cinta. Di bawah belaian cahaya bulan, dan kidung angin malam, jelanglah mimpi surga. Tentang kita dan angan yang pernah kita punya