[Flashfiction] Ketika Takdir Berganti

Prompt 57

Lorong sekolah ini masih tampak sama seperti dua puluh tahun lalu. Letaknya di bagian belakang sekolah yang relatif sepi. Sisi kanan dikuasai deretan rak kayu tempat meletakkan aneka barang yang tak terpakai : bahan ajar kedaluarsa, buku soal siswa, perlengkapan olah raga, dan lain-lain. Di dinding kiri tergantung lemari tipis bertutup kaca: majalah dinding. Aku ingat, beberapa kali puisi buatanku mampir di dalamnya.

Aku menatap beberapa kertas di lemari kaca, menikmati beberapa puisi lama. Ketika berbalik, seseorang menyenggol bahuku.

“Eh, maaf,” meski ditabrak, aku lebih dahulu meminta maaf. Kulihat lelaki itu sedikit kesakitan memegang bahunya. Ketika wajahnya purna menghadapku, aku terkesiap.

“Pak Ronal?”

Wajah lelaki itu pun tak kalah terkejut. “Apa yang kau lakukan di sini? Nostalgia?” Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Ketika Takdir Berganti”