[Flashfiction] Dia Yang Menyimpan Rahasia

peti rahasia

“Dasar lelaki pemalas!”

Dalam hati aku mengumpat lelaki tetangga baru sebelah rumahku ini. Berdasarkan pengamatanku dalam sebulan, kuketahui dia tidak bekerja. Istrinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan dia, kerjanya hanya duduk santai di beranda, merokok, sesekali bermain kartu bersama pemuda pengangguran lain. Sebenarnya sih ini bukan urusanku. Tapi kegiatan mereka yang acap kali berisik membuat telingaku gerah. Kalau Mas Brata suamiku tidak menghalangi, pasti sudah kulabrak dia.

“Jangan panasan gitu toh, Bu. Nanti jadinya kita berantem sama tetangga sendiri.”

Hatiku gusar. “Lha, kelakuan dia itu lho Pak yang bikin sebel. Si Nana sering kebangun dari tidurnya kalo udah ngedenger suara berisik mereka.”

Mas Brata tersenyum menenangkan. “Iya, nanti Mas tegur mereka.  Ayok, kita makan. Aku udah lapar.” Suamiku berjalan menuju ruang makan.

Aku mengikuti. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Dia Yang Menyimpan Rahasia”