Cerfet #MFF : Gerimis Kala Senja

foto : qelasilyas.wordpress.com
foto : qelasilyas.wordpress.com

cerita sebelumnya:
– BAGIAN PERTAMA
– BAGIAN KEDUA

Ratih mendekap buku harian usang di dadanya penuh perasaan . Sesekali dihelanya napas panjang dan dalam. Alya menanti dengan sabar. Pasti yang akan diceritakan ibunya adalah sebuah kisah yang sangat membekas dalam hatinya.

“Bu, jika menceritakan kisah ini justru mengembalikan luka di hati Ibu, lebih baik tidak usah saja.”

Alya menatap mata Ibunya yang mulai berkaca. Ratih menggeleng, mengusir butiran bening di pelupuk. “Tak apa, Al. Ibu cuma perlu waktu untuk menguatkan diri.”

Ratih tersenyum. “Kejadian itu sudah sangat lama berlalu. Nyaris tak ada istimewanya kisah cinta kami berdua. Bertemu pertama kali saat magang di sebuah perusahaan setamat kuliah. Lalu tanpa disadari cinta sudah tumbuh. Kami begitu bahagia saat itu. Sampai ketika kakekmu mengetahui hubungan kami. ”

Air muka Ratih mendadak keruh. Lanjutkan membaca “Cerfet #MFF : Gerimis Kala Senja”