[Flashfiction] Jiwa-jiwa Terluka

foto : myreaxns.com
foto : myreaxns.com

Aku tersentak dari tidur. Pelipis kananku terasa disengat sesuatu. Refleks kutepuk binatang –yang aku yakini nyamuk – yang sedang mengisap darahku.

Plak!

Luput. Nyamuk yang merasa terganggu berdenging di telinga lalu menghilang. Kuusap kulit wajah yang gatal. Lalu hening. Aku mencoba mengingat-ingat sudah berapa lama aku terlelap. Mungkin satu atau dua jam, pikirku. Pantas saja kepalaku terasa sedikit pusing. Biasanya aku tidur siang hanya setengah jam. Eh, benarkah sekarang siang hari? Aku tak tahu. Hanya gelap yang ada di sekeliling.

Perutku bergejolak hebat. Ah, rupanya aku belum sempat makan tadi. Aku harus bangun dan menyiapkan makanan sebelum Papa pulang atau dia akan marah besar, benakku mengambil keputusan.

Dugg!

Dahiku terasa sangat sakit saat membentur benda keras. Tengkukku dingin, perasaan aneh yang tak menyenangkan merambati pikiran. Jemari ku menelusuri permukaan benda keras. Benda itu memanjang hingga ke bawah. Perlahan kuangkat kaki. Lagi-lagi sebuah benda keras yang disentuh oleh ujung jari kaki. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Jiwa-jiwa Terluka”