[Flashfiction] How I Met Your Father

foto : littleflocks.wordpress.com
foto : littleflocks.wordpress.com

Sore ini begitu damai. Sepoi angin membelai tubuh yang sedang melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Tapi teras rumah Dokter Kania justru ramai oleh celoteh dua remaja putri yang sedang berbincang seru dengan sang bunda.

“Serius, Ma?” Kinan, putri pertama Kania membelalakkan mata. Kinar adiknya menatap takjub.

Kania mengangguk mantap. “Ularnya besaaar. Tapi Mama nggak takut. Mama ambil kayu lalu Mama lempar. Syukurlah dia pergi.”

Decak kagum memenuhi udara. “Mama pemberani banget.” Kinar geleng-geleng kepala.

“Namanya juga desa terpencil ya, Ma,” sahut Kinan. Kania tersenyum.

“Tapi itu belum seberapa. Ada pengalaman lain yang lebih ‘seru’.” Kania memberi tanda petik di udara sambil mengerling. Kedua putrinya penasaran.

Kania mendekatkan wajahnya pada Kinar dan Kinan lalu berbisik. ““Tentang cowok.”

Dua putri cantiknya langsung histeris. “Ayo, Ma, cerita!” Lanjutkan membaca “[Flashfiction] How I Met Your Father”