[Flashfiction] 25 Januari

foto : pixar
foto : pixar

Angin siang hari di 25 Januari yang panas meniup lewat jendela, meriapkan rambutku hingga menutupi mata. Aku masih bisu, pandanganku lurus mengabaikan Mama yang sedang menatapku.

“Maria,” tegurnya pelan, “tolong katakan sesuatu.”

Aku hanya mendengus. “Mama, aku tidak setuju. Tak akan pernah!”

Manik mata Mama membasah. “Mama hanya ingin berbahagia sebelum Mama mati.”

Aku bangkit dari kursiku dan berjalan ke arah Mama. Pelan kusingkap rambut keabuan yang menutupi dahinya. “Mama masih ingat bekas luka ini?”

“Ohh…” Lanjutkan membaca “[Flashfiction] 25 Januari”