[Flashfiction] Dendam Hitam

foto : deviantart.com
foto : deviantart.com

Suara-suara di hatiku kembali bergemuruh. Saling menimpali, saling bantah, saling menceracaukan sekian alasan. Lalu seketika hening seakan mati. Lalu ada suara lain menyeruak lirih, menelusup ke relung kalbu.

Karena di balik hitam kau akan menemukan terang.

Apa maksudnya?

Kulekatkan dua kelopak mata, memusatkan pikiran pada benak. Akankah suara itu hadir lagi untuk menjelaskan kalimatnya? Nihil. Seakan suara itu terbungkam, membiarkan akalku mengambil keputusan. Seolah tak ingin disalahkan jika yang terjadi kemudian adalah penyesalan.

Kuedarkan pandang ke sekeliling. Gelap telah purna menelan matahari. Secuil bulan terengah berusaha memancarkan sedikit cahaya yang dia punya. Tepi sungai ini diam. Suara serangga belum tiba, riak di permukaan air telah lama padam. Ingatanku terbang. Melintas jarak, menebas waktu.

“Bagaimana, Dafa?” Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Dendam Hitam”