[Flashfiction] Ibu Sarinah

guru

Sarinah memasang kacamata bergagang tebal ke wajahnya. Sejenak mematut diri di depan cermin. Dirapikannya anak rambut yang terurai ke luar dari ikatan rambut. Blus putih dan rok panjang warna krem melekat sempurna.

“Hari Senin, anak-anak pasti gembira masuk sekolah lagi.” Sarinah menyandang tas berisi buku dan melangkah perlahan ke luar kamar.

Pelajaran hari ini adalah Matematika, Sejarah, dan Bahasa Indonesia. Sarinah tahu mungkin ia akan sedikit kelelahan. Tak mengapa, ia bisa meminta izin pada kepala sekolah untuk beristirahat di jeda tiap pelajaran.

Seorang lelaki mendekati Sarinah. Setelah memberi salam ia berkata, “Pelajaran hari ini dipindahkan ke taman belakang ya, Bu.”

Sarinah mengangguk. Ia sudah terbiasa mengubah tempat belajar. Tak melulu di ruang kelas. Kadang di taman, kadang di lapangan rumput di bawah pohon rindang. Pokoknya di mana saja asalkan anak-anak bisa menyerap pelajaran dengan baik.

Ah, itu mereka semua. Duduk rapi di bangku panjang. Tak ada meja. Setiap anak memegang sebuah buku catatan. Wajah mereka berseri-seri. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Ibu Sarinah”