[Cerita Pendek] Aku (Pernah) Hamil!

hamil

Berita di koran pagi ini membuat Karin bergidik.

“Sesosok mayat bayi yang diperkirakan berusia beberapa hari ditemukan warga di dalam kardus mi instan. Mayat bayi ini masih dipenuhi darah dan tali pusar yang melilit tubuhnya. Bayi malang berjenis kelamin lelaki itu diyakini sebagai hasil perselingkuhan yang tidak diinginkan. Warga yang melihat jasad bayi….”

Karin mengelus pelan perutnya yang membuncit. Ia tak ingat pasti berapa usia kehamilannya  ini. Pastilah ada di kisaran 5 atau 6 bulan. Perkiraan dokter dan perkiraannya tak sejalan. Ia pun tak ingat lagi kapan terakhir kali mendapat haid. Ah, tak masalah, yang penting anak dalam perutku ini sehat. Karin tersenyum manis.

“Kamu akan jadi anak ke-tiga Mama, Sayang,” elusnya mesra. Tak ada reaksi dari dalam perut buncit itu.¬† “Ah, barangkali si junior sedang tidur,” pikir Karin.

“Mama sedang baca apa?” terdengar suara dari belakang.

Karin menoleh. Kean, suaminya, sudah berpakaian rapi, di sampingnya sudah berdiri pula dua anak mereka. Kiara yang manis duduk di kelas 2 SMP, tampak semakin manis dengan baju putih biru, dan jaket imut berwarna biru muda kesukaannya. Rambut indah sebahu miliknya dibiarkan tergerai. Ia mulai terlihat dewasa. Sedangkan Kieran, lelaki kecil yang masih duduk di kelas 3 SD dengan seragam putih merah rapi dan mata yang masih tampak mengantuk langsung duduk di meja makan dan mulai menyuapkan sesendok nasi goreng buatan Karin.

“Baca koran, Pa. Ini ada berita tentang bayi yang dibuang. Mama jadi sedih bacanya. Jadi ingat si calon bayi ini,” lagi-lagi Karin mengusap lagi perut membusungnya.

Sejenak mata suami dan ke dua anak Karin¬† beradu. Tiga mulut yang seperti memendam suara. Hening sekejap. Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Aku (Pernah) Hamil!”