[Cerita Hati] Hape Pertama

foto : duniabrilian.blogspot.com
foto : duniabrilian.blogspot.com

“Rin… ayah meninggal.”

Halo? Kenapa? Duh, sms aja yah. Sinyal di sini kurang bagus, batere hape pun udah mau habis.

Aku menghela napas panjang, mencoba menghentikan isak yang menyesak. “Ayah meninggal mendadak tadi siang. Kata dokter karena serangan jantung,” kataku terbata. Terbayang lagi peristiwa siang tadi ketika Ayah mendadak mengeluh sesak di dadanya, lalu hanya berselang hitungan jam beliau menyerah kalah.

Ya Allah! Kamu yang tabah ya, Za. Maaf aku hari ini mungkin belum bisa datang ke rumah. Aku masih di Banda Aceh.

Suara Fajrin, karibku itu terdengar sedih. Aku bisa merasakan jika ia benar-benar ikut kehilangan. Saat baru pertama bekerja di kota ini, dia sempat tinggal di rumahku untuk beberapa bulan. Ayah dan Bunda bahkan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Lanjutkan membaca “[Cerita Hati] Hape Pertama”