[Flashfiction] Taruhan!

foto : internet
foto : internet

Aku mematut diri di depan cermin. Celana panjang, kemeja dan… jilbab. Sejenak aku terhenyak. Aku merasa asing.

Kuhubungi Fandy. “Please, Fan. Jangan begini. Aku nggak sanggup!” keluhku.

Suara di seberang hanya bergumam tak jelas. Mungkin berandal itu baru bangun tidur. Dasar kalong!

Kuambil tas dan bergegas keluar dari kamar kos. Kupanjangkan langkah menuju kos Fandy di gedung seberang. Kuabaikan tatapan heran para mahasiswa yang duduk di beranda kos mereka.

“Suit…suitt..” Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Taruhan!”