[Flashfiction] Rahasia Bunda

23 tahun lalu…

Mata Risna sembab karena menangis semalaman. Hatinya hancur. Dia memeluk Rahmi kakaknya dengan erat. Tangisnya pecah di bahu Rahmi.

“Kamu tenangkan diri, Na. Mungkin ini yang terbaik buat kamu, Adam, juga bayi kalian.”

Rahmi mengusap sayang punggung Risna. Mencoba meredakan perih yang terasa menyengat dada.

“Aku nggak rela, Kak. Nggak rela!” Risna meratap.

“Bang…”

Risna mengalihkan pandangan pada lelaki muda yang duduk mematung di sebelahnya. Lelaki berambut ikal itu menatap lurus pada dinding bisu di hadapannya. Airmata mengalir dalam tangis tanpa suara. Risna terisak. Rahmi mengeratkan pelukan. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Rahasia Bunda”