[Berani Cerita #33] Demi Burung

foto : weheartit.com
foto : weheartit.com

Darma melonjak kegirangan melihat Delia, ibunya membuka dompet dan menarik beberapa lembaran biru. Sejenak Darma tertegun menangkap sinar resah di mata ibunya, tapi perasaan itu seketika sirna ketika penjaga toko menyerahkan sangkar mungil dengan burung kenari cantik berwarna kuning dan hijau cerah berlompatan riang sambil berkicau riuh di dalamnya.

“Burungnya cantiiiikk,” serunya riang. Delia menggandeng tangan Darma keluar dari toko sambil berkata panjang lebar.

“Kalau kamu nggak ngancem mau nangis sambil guling-guling, ibu nggak bakal beliin burung mahal itu.”

Perhatian Darma tak sedikitpun tertuju pada ibunya. Dia masih asyik memandangi burung dalam sangkar.

“Karena burung ini harganya mahal, ibu akan mengurangi uang jajan kamu setiap hari, lalu…. lalu….”

Delia terus mengoceh sepanjang jalan hingga kemudian berhenti bicara saat tiba di pinggir jalan untuk menghentikan becak. Darma sudah sejak tadi tak memperhatikan. Lanjutkan membaca “[Berani Cerita #33] Demi Burung”