[Flashfiction] Rencana Rahasia

di atap

sumber

Aaaaaahhhhh…..

Jeritan dari kamar Nanda menyentakkan kami dari tidur. Tergopoh aku dan suamiku berlari menuju ruangan yang terletak di lantai dua, tepat di atas ruang makan. Suamiku menggedor pintu yang terkunci. Aku panik berteriak.

“Nanda! Nanda! Ada apa, Sayang? Buka pintunya!”

Suara jeritan kini berganti tangis. Hatiku semakin kacau. “Kita dobrak, Ma.”

Aku mengangguk.

Suamiku mengambil ancang-ancang, bersiap. Tepat sebelum tubuhnya menghantam pintu, Nanda terlebih dahulu membukanya. Wajahnya pias, matanya basah. Aku bergegas memeluknya erat.

Kuperhatikan sekeliling kamar. Tak terlihat sesuatu yang janggal. Hanya jendela saja yang terpentang lebar. Hembusan angin membuat gorden melambai-lambai. Suamiku memeriksa lebih teliti.

“Nanda lupa tutup jendela?”

Bocah perempuan berusia dua belas tahun dalam dekapanku menggeleng. Menyurukkan kepalanya lebih dalam ke dadaku. Aku tak bertanya lebih jauh. Suamiku menutup jendela, memberi isyarat semua baik-baik saja.

“Malam ini mama temani kamu ya..”

Nanda mengangguk. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Rencana Rahasia”