[FF] Potret Keluarga

foto keluarga

sumber

“Haaai,” sapa Reny. “Mana Mama?”

“Ke toilet, Kak,” balas Roni. Ruri menjawab sinis, “Berani juga kaudatang.” Reny  tak acuh, mengempaskan tubuh ke kursi empuk.

“Kalau bukan Mama yang minta mana sudi aku kemari.”

Telinga Ruri panas. Bibirnya bersigap melontarkan cacian kalau tak dicegah Roni.

“Jangan bertengkar, Kak. Ini restoran. ” Lelaki  muda itu menengahi.

Ruri menyuapkan puding ke mulutnya. Dia menggumam, “Enak banget! Jadi pengen makan tiap hari. Tapi, aku mana punya duit. Kalau jadi simpanan pejabat sih, bisa.”

Lanjutkan membaca “[FF] Potret Keluarga”