[Flashfiction] Lipstik Merah di Cangkir Putih

lipstik di cangkit

sumber

Pukul setengah enam sore, suasana kafe masih  sepi. Pelanggan kafe yang sebagian besar adalah pekerja kantoran di sekitar jalan Gatot Subroto belum tampak. Hanya ada tiga meja yang sudah dihuni. Beberapa pelayan  berjaga di dekat mereka, sesekali mencatat dan mengantarkan pesanan.

“Tambah lagi kopinya, Mas?” Pelayan cantik berambut panjang sebahu menyapa seorang lelaki muda yang duduk sendiri di sebuah meja. Senyumnya mengembang.

Lelaki yang disapa hanya memandang sekilas, lalu menyahut pelan. “Nggak, Mbak. Terimakasih.”

Pelayan itu mengangguk dan berlalu dengan sopan.

Zian melirik jam di tangannya. “Huft, kenapa dia lama sekali?”

Zian mengeluarkan ponsel dari saku. Memencet serangkaian tombol. Mendengarkan nada sambung.

Klik. Di –reject. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Lipstik Merah di Cangkir Putih”