[Cerita 17] Lelaki Pendosa

foto : itsmewasabi.blogspot.com
foto : itsmewasabi.blogspot.com

Aku adalah lelaki yang di dadanya tersimpan malam. Suram sekelam bulu gagak hitam yang terbang di malam sunyi tanpa bulan. Masa lalu seperti rangkaian besi, memberati langkahku yang terseok pelan. Aku ingin berhenti, tapi tak bisa. Perjalanan mesti dilanjutkan, hingga bertemu satu pelabuhan. Yang merengkuhku dalam damai pelukan. Yang bisa membuatku lupa masa silam. Hingga saat itu tiba, aku hanya akan terus berjalan.

Lalu dalam satu tempat persinggahan, kau hadir menawarkan pelukan. Kehangatan di dadamu yang ranum menawan, yang telah disinggahi mungkin puluhan lelaki jalang. Pertemuan pertama kita di warung remang-remang tempat kulepaskan penat yang terasa menghantam. Tempat kau mengais uang. Ketika mata kita bertabrakan, satu kerling kau berikan. Aku terpana, menelan ludah dalam-dalam.

“Malam ini kau butuh kehangatan, Jantan? Akan kuberikan. Harga bisa kita bicarakan,” tawarmu tanpa ragu. Lanjutkan membaca “[Cerita 17] Lelaki Pendosa”