[Berani Cerita # 21] Kolak Pisang Rasa Cinta

foto : kayuagungradio.com
foto : kayuagungradio.com

“Jadi istri itu harus bisa masak.Biarpun bekerja, perempuan harus menyiapkan sendiri makanan untuk suaminya. Memangnya mau suaminya makan masakan warung melulu?”

Nana mengingat-ingat kalimat lembut tapi menusuk yang diucapkan Rahmi, mertua perempuannya seminggu lalu kala mertuanya itu mengunjungi rumahnya – rumah Nana dan Ridho – sebulan setelah bulan madu usai. Mertuanya melirik sinis pada meja makan yang dipenuhi masakan yang dibeli dari warung makan.

“Memangnya kamu nggak sayang sama perut suamimu, Na?” sindir Rahmi. Nana menundukkan kepala. Dia berharap Ridho ada di sini untuk membelanya. Sayang sekali, Ridho sedang mengobrol dengan ayahnya.

“Ridho itu sukanya semur daging, sayur lodeh, sama sambal terasi. Kamu bisa masak itu semua?”

“Belum, Ma.” Nana pasrah. Lanjutkan membaca “[Berani Cerita # 21] Kolak Pisang Rasa Cinta”