[Cerita Pendek] Titip Rindu Buat Ayah

foto : julaxalay.blogspot.com
foto : julaxalay.blogspot.com

Sabtu, 3 Januari 2004.

Rangga mengempaskan tubuhnya yang lelah di atas kasur tipis di kamarnya yang sempit. Matanya seolah digantungi berkilo-kilo pemberat. Lima menit tadi dia mengurungkan niatnya untuk mengudap isi lemari makan setelah menguap berkali-kali. Tumis udang dan sayur rebung kesukaannya dia biarkan utuh di dalam lemari. Nanti saja, pikirnya.

Semilir angin yang menerobos kisi-kisi jendela kamar membuat kantuk kian terasa. Perlahan mata Rangga memejam, mimpi hampir datang kalau saja bunyi monofonik dari ponselnya terdengar. Rangga ingin mengabaikan pesan yang masuk tapi rasanya enggan tidur dengan rasa penasaran. Setengah terpejam dibacanya sms itu.

Ga, berenang yok!

Hm, apaan sih Fajar ngajakin berenang jam segini? Kan tahu sendiri semalam barengan begadang di kantor, gumam Rangga. Diketiknya sebaris kalimat balasan.

Maaf, Jar, aku mau tidur. Ngantuk berat.
Terkirim.

Sembarangan Rangga meletakkan ponsel candy bar keluaran terbaru dan bergegas memeluk guling lebih erat. Tapi lagi-lagi dia terbangun. Kali ini karena sebuah panggilan dari luar kamar. Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Titip Rindu Buat Ayah”