[Flashfiction] Janji Sang Presiden

Di depan podium lelaki gagah itu berdiri tegak. Peci di kepalanya terpasang rapi. Jas hitam mengilat melekat sempurna di tubuhnya. Senyumnya berwibawa. Tatapannya memancarkan pesona.

Di hadapannya ratusan – mungkin ribuan- orang khidmat siap menyimak semua kata-kata dari bibirnya. Semua pandangan hanya miliknya.

“Saudara-saudaraku semua,” ia memulai kalimat. Memberi jeda agar tiga patah kata itu terserap sempurna bagi semua orang.

“Saudara-saudaraku semua. Hari ini kita merayakan era baru negeri kita tercinta. Kemenangan ini bukan hanya milik segelintir orang saja. Kemenangan ini milik kita semua.”

Seluruh rakyatnya terbius. Sementara ratusan –mungkin ribuan- orang di dalam ruangan Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Janji Sang Presiden”