[Flashfiction] Elegi Senja

Prompt 78 Ryan

foto : koleksi Febriyan Lukito

Kauucapkan sebuah permintaan. Lelaki berwajah bijak di balik meja tinggi mengangguk. Kata dia,”Baiklah.” Senyummu mengembang getir.

***

Senja itu di atap gedung yang kau diami selama sepuluh tahun ini telah tertata rapi sebuah meja bundar. Sebotol wine, dua gelas tinggi, dan dua potong tart telah siap. Angin berdesir mengirimkan dingin. Kautertatih melangkah menuju salah satu kursi. Meski telah berlalu sepuluh tahun, lubang bekas peluru di kakimu masih saja mendatangkan ngilu.

Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Elegi Senja”