#FFRabu – Mencari Air Mata

nangis

sumber

Air mataku dulu pernah jadi air matamu juga.

Kau mendengus. Aku melanjutkan.

Semua air di bumi berjumlah sama. Air menguap dan mengembun menjadi hujan berjumlah serupa.

Lalu? sergahmu.

Karena itu menangislah. Hatimu terlalu lama batu. Air mata barangkali bisa melembutkannya.

Hahahahaha.

Aku menunggu jawaban lebih dari sekedar tawa.

Tak usah sok puitis! Berlagak tahu apa yang aku rasa. Kau buta tentang aku!

Aku tahu! Kau terluka. Lelakimu pergi, hidupmu hancur. Aku pernah rasakan yang sama.

Kau termenung. Kurengkuh bahumu. Kau tak menolak.

Lembutkan dulu hatimu. Setelah itu izinkan aku menyembuhkan lukamu.

Kau menatapku lama. Dua titik bening terbit di sana.

[Semacam Puisi] Sedalam Apa Kau Kenal Cinta?

kenal cinta 2Siapa bisa salahkan cinta. Bila ia hinggap lalu mengakar di tempat yang tak biasa, bahkan -mungkin- tak seharusnya.

Siapa mampu salahkan cinta, jika ia membuai dua hati, hingga lupa dunia sekitarnya. Lupa norma-norma.

Siapa berhak menghujat cinta, ketika tak berbalas, lalu ia berubah angkara.

Sungguh tak pantas menyalahkan pencinta, jika belum pernah merana sebab cinta tak berbalas cinta.

Mengertilah, jika pencinta berubah jadi pemurka sesungguhnya ia tengah merana, tepat di jantung jiwanya.

Siapa mengerti arti sakit hati, saat yang dicinta tak lagi merasa yang sama?

Siapa tahu pilu yang meremas kalbu, kala dia yang kau anggap satu, ternyata telah belajar melupakanmu.

Siapa mampu menyangkal derita jiwa, saat yang dicinta berhasil lupa akan cinta yang dulu dikira sebesar dunia.

Pernahkah kau mengira, kalau dia kan sirna? Walau kau tak percaya, dengan sepenuh jiwa. *

Kehilangan cinta dari seseorang yang dicinta, ah…sakitnya..

*penggalan lagu Letto ~ Memiliki Kehilangan