Kasih Tak Sampai

kasih-tak-sampai

sumber

Dua pasang mata kita bersua; berbicara dalam bahasa yang tak teraba.

“Kau cantik,”pujiku tulus.

Dia menengadah, menahan laju bening di matanya yang akan tumpah.

“Zain…”

“Ssst.. jangan menangis, Nira. Nanti bedaknya luntur. Hilang deh cantiknya.” Aku tertawa.

Lanjutkan membaca “Kasih Tak Sampai”

Trik Mendapat Novel Gratis dari Goodreads

download

Akhir April silam sebuah paket mendarat manis di meja kerjaku. Dalam hati aku sudah bisa menebak : Ini pasti buku! Tapi dari siapa ya?

20150505_165134

Setelah meneliti sedikit, barulah kelihatan kalau paket ini berasal dari luar negeri. Di sudut kanan atas ada tulisan dolarnya, sih. Hehe. Lumayan mahal juga ongkos kirimnya : $16,25 atau sekitar Rp 195.000. Dan ingatan langsung tertuju pada sebuah surel yang mampir ke kotak pesan pada awal Maret sebelumnya. Pemberitahuan menang gratisan novel dari Goodreads! Oh, akhirnya sampai juga. Alhamdulillah. *hmm, novel gratis lainnya kok belum nyampe, yah? Padahal pengumuman pemenangnya di bulan Januari. Barangkali penulisnya masih ngumpulin duit buat ongkos kirimnya. *positif ting ting

Ini dia penampakan bukunya beserta semacam surat pengantar dari si pengarang : Karen Dodson.

20150505_165652

Isi suratnya sekedar menceritakan secara ringkas perihal ide cerita dan proses penyusunannya. Dibubuhi dengan permintaan secara halus agar penerima memposting foto diri sedang melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Kate, tokoh utama cerita di dalam novel: menunggang kuda, trekking, memancing atau sekedar berjalan-jalan di suasana alam. *pikir-pikir dulu ah, mau bikin foto yang gimana. :p. Pengarang juga mengharapkan agar penerima membuat sebuah ulasan mengenai novel ini. *semoga aku bisa ya Mbak Karen. :p

Eh, kalian mau dapatin novel gratis juga? Begini caranya.

Lanjutkan membaca “Trik Mendapat Novel Gratis dari Goodreads”

Pengumuman Pemenang AttarAndHisMind First Giveaway

the winner is

sumber

Hai, Kawans…

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengikuti giveaway ini, ya. Ini giveaway pertama, jadi mohon maaf jika ada kekurangan, yah. 🙂

Tema yang harus dibuat oleh peserta rasanya bukan tema yang rumit, ya. Kata saya, lho! Kan saya nggak ikutan bikin. Hehe. Selain tema, syarat tulisan dalam bentuk fiksi rupanya sedikit menyulitkan bagi sebagian orang. Lho, kenapa? Jadi begini yang ada di pikiran saya saat membuat konsep giveaway ini. Tema “Tak Ada Kata Terlambat untuk Hal Baik” memang menarik dikisahkan dalam bentuk non-fiksi. Peserta bisa menceritakan kisah yang dialami sendiri atau orang lain dengan narasi wajar tanpa perlu bumbu-bumbu konflik (namanya juga kisah nyata) atau pun puntiran di akhir. Tapi menurut saya yang seperti ini kurang menantang. *dijitak peserta* Jadi, saya putuskan, cerita harus  fiksi!

Lanjutkan membaca “Pengumuman Pemenang AttarAndHisMind First Giveaway”

Tentang Ayah, Tentang Rindu

logo1

11 bulan, 61 tulisan. Mana yang paling berkesan?

Selama kurun waktu 11 bulan di tahun 2014 saya menulis belasan cerpen, puluhan flashfiction, beberapa puisi abal-abal (sehingga saya menamainya ‘semacam puisi’) juga tulisan non-fiksi. Beberapa tulisan non-fiksi ini saya buat untuk memenuhi tantangan lomba menulis atau giveaway baik yang diadakan oleh perorangan maupun perusahaan. Dua atau tiga tulisan fiksi dan non-fiksi saya kemudian terpilih untuk mendapatkan hadiah dari penyelenggara kontes.

Jadi, apakah salah satu dari tulisan pemenang lomba atau giveaway itu yang paling berkesan buat saya?

Enggak.

Betul, setiap tulisan telah saya pikirkan masak-masak pada saat pengerjaannya. Kata-kata saya pilih dengan sebaik-baiknya. Tapi ada satu tulisan yang benar-benar merasuki jiwa pada saat membuatnya. Tandas menguras emosi hingga saya nyaris menangis. Oh, bukan nyaris, tetapi benar-benar menangis. Saya harus menyingkirkan laptop dari pangkuan dan membiarkan tetes-tetes air mata berjatuhan dari pelupuk. Saya sungguh –kembali- merasa hancur.

Tulisan tersebut berupa sebuah cerita pendek berjudul Titip Rindu Buat Ayah. Ya, ini adalah cerita yang saya alami sendiri. Kisah nyata yang pernah menghancurkan hati. Melumpuhkan daya hidup. Membuat saya merasa mati.

Lanjutkan membaca “Tentang Ayah, Tentang Rindu”

Terbang Bersama Garuda

photo-salamgaruda

Salam Garuda Indonesia

Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil saya tentu pernah bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Terkadang untuk mengikuti pelatihan, kadang untuk memenuhi panggilan rapat. Disebabkan karena lokasi kerja saya (dahulu) adalah kota Subulussalam yang terletak di kabupaten Aceh Singkil sementara kantor wilayah berada di Banda Aceh, bepergian dengan kendaraan darat bukanlah pilihan cerdas.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh yaitu jalur barat : Subulussalam – Meulaboh (Aceh Barat Daya) – Banda Aceh yang menelan waktu sekitar 13-14 jam perjalanan atau jalur timur : Subulussalam – Medan – Banda Aceh dengan waktu tempuh lebih lama yaitu sekitar 18 jam. Saya pernah memaksakan diri – terpaksa, lebih tepatnya – pergi ke Banda Aceh untuk mengikuti sosialisasi sebuah peraturan baru dengan menggunakan taksi sewaan. Hasilnya sudah bisa diduga, saya tepar saat tiba di tempat tujuan. Badan terasa begitu lelah dan materi sosialisasi yang dipaparkan pemateri seperti lewat begitu saja di depan telinga, bahkan tak sempat masuk ke dalam kepala. Hahaha.

Lanjutkan membaca “Terbang Bersama Garuda”