[Flashfiction] Firasat

firasat

“Lihat, Yah! Ini baju koko untuk Ayah pakai saat lebaran, setelah keluar dari rumah sakit. ” Kucoba menceriakan wajah dan suaraku.

“Terima kasih, Sayang.” Ayah tersenyum lemah. “Ayah sudah minta dibelikan sama perawat. Bajunya di dalam laci.”

Kulangkahkan kaki menuju laci. Tangisku pecah, melihat kain putih polos panjang di dalamnya.