FFRabu – Rajaku

raja

sumber

Rajaku, kesayanganku.

Aku menjunjungmu. Kata-katamu titahku. Meski harus menjual raga, aku rela.

“Kakiku sakit!”

Maka aku tergopoh memijat. Kubalur kakimu dengan minyak, kutekan-tekan perlahan.

“Aw! Terlalu keras, bodoh!”

Aku tunduk mengelus perih pelipis. Aku terima, Rajaku.

Lanjutkan membaca “FFRabu – Rajaku”

#FFRabu – Bola Harapan

bola plastik

Aku memperhatikan lelaki  tua itu membongkar kaleng bekas roti; mengeluarkan lembaran-lembaran uang dan menghitung. Wajahnya mengeruh.

“Kenapa?”

“Uangnya kurang.”

Tiba-tiba dia melompat ke arahku. “Boleh aku pinjam duapuluh ribu?”

Lanjutkan membaca “#FFRabu – Bola Harapan”

#FFRabu – Peramal Mencari Cinta

peramal

sumber

Tawanya membahana.

“Ngakunya peramal hebat! Masak nggak bisa meramal nasib sendiri?”

Aku terpaku di lantai dengan tangan dan kaki terikat.

“Bilang, di mana kausimpan perhiasanmu?” gertaknya. Duh, saat mengancam begini wajahnya tetap saja tampan.

Lanjutkan membaca “#FFRabu – Peramal Mencari Cinta”

#FFRabu – Kaki-kaki

demi ucok

sumber

Dulu, ada sepasang kaki di atas kepalaku. Kaki-kaki ibuku. Ke mana pun aku pergi, mereka mengikuti. Sering sekali aku merasa terganggu. Kurasakan kaki-kaki itu membelenggu hidupku. Teman-temanku sering mengeluh.

“Kau selalu tak bisa diajak hepi.”

Aku cuma bisa diam. Saat kaki-kaki di kepalaku mengetukkan jemari, aku wajib patuh.

Lanjutkan membaca “#FFRabu – Kaki-kaki”

#FFRabu – Lipstik Kesayangan

lipstik 2

sumber : oriflame.co.id

Nuri terengah. Bibirnya yang merah mengilap gemetaran.

Aku akan mati! jerit benaknya. Tangan Nuri mendekap perut; sumber penderitaannya. Sebilah pisau telah merobek kulit. Penikamnya sudah menghilang membawa uang dan perhiasan Nuri.

Sambil berbaring di lantai, tangan Nuri menjangkau laci.

Pensil! Pulpen! Apa saja! Aku harus menulis nama bangsat itu!

Lanjutkan membaca “#FFRabu – Lipstik Kesayangan”