[Cerita Pendek] Mendamba Maaf

foto : ceritaayah.tumblr.com
foto : ceritaayah.tumblr.com

Aku membuka mata sambil mengernyit. Dua kelopak mataku seolah telah lama direkatkan. Saat aku berhasil melebarkan jarak di antara keduanya, serbuan cahaya menyilaukan memaksaku kembali memejam.

“Pelan-pelan saja, tak usah dipaksa.”

Sebuah suara teduh menyapa telingaku. Benakku berusaha mengenali pemilik nada kebapakan itu tapi ingatanku belum pulih sepenuhnya. Aku masih menutup mata kala sebuah sentuhan –belaian lebih tepatnya- singgah di kepalaku. Aku mengeluh tertahan, ujung jemari itu menyenggol sedikit perban di dahi.

“Oh, maaf! Maafkan Bapak nggak sengaja,” suara teduh itu terdengar lagi. Kali ini aku memaksa membentang pandangan, meski jarum cahaya berebutan menusuk kornea mata. Samar, lalu terang. Sosok di depanku memang Bapak! Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Mendamba Maaf”