Dance With My Father

dance wit my father

sumber

Mengapa hanya ada gelap?

Dingin lantai marmer terasa menyengat kulit pipiku. Gulita menyekat pandangan. Aku mencoba berdiri dengan tertatih. Tangan kujulurkan ke depan, meraba-raba. Tapi tak ada sesuatu pun yang bisa kupegang.

Mengapa tempat ini seolah tak berbatas?

Kesedihan tiba-tiba memelukku erat hingga nyaris kehilangan napas. Aku ingin menangis, menjerit keras hingga seluruh dunia mendengar. Agar semua tahu, aku sedang bersedih. Tapi tak ada yang mendatangiku untuk memelukku dari belakang, mengusap rambutku dan berkata : “Tenanglah, Sayang. Semua akan baik-baik saja.”

Aku duduk menunduk memeluk kakiku. Rambut kubiarkan tergerai menyentuh lantai. Air mataku mulai kering.

“Tenanglah, Sayang. Semua akan baik-baik saja.”

Aku berbalik dan menengadah. Sesosok tubuh yang bermandikan cahaya tengah tersenyum padaku. Tangannya terjulur.

Lanjutkan membaca “Dance With My Father”