[Flashfiction] Sirih Tanya

Belum sempat Malia menjalankan motornya, Vira sudah menyerbu ke arahnya.

“Uh, untung kau belum pergi ngantor! Lia, nanti sore temani aku ya?”

Malia mengernyit. “Kemana?”

“Rumah Mbah Ellen. Mau minta sirih tanya. Kelakuan Mas Rian makin mencurigakan. Dia jadi manis banget sama aku. Sebelum ngantor pake cium kening segala. Pulang kantor langsung peluk-peluk. Biasanya? Nggak pernah! Dia pasti selingkuh! Aku harus tahu, siapa perempuan itu!”

“Jangan nuduh gitu, Mbak. Kan justru bagus kalau Mas Rian mesra sama mbak?”

“Alaaah, pokoknya mencurigakan! Temani ya!” desak Vira. Malia mengangguk terpaksa.

**********

Vira duduk bersandar di tubuh Rian yang sedang menonton siaran berita sambil sesekali menyesap teh melati favoritnya.

“Udah ngantuk, Mas?”

“Belum!”

“Ngantuk dong. Aku udah nih.”

Rian menatap mata istrinya. Vira ‘pengen’? Vira hanya diam. Rian juga diam. Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan.

“Iya deh.”

Rian mematikan TV dan beranjak ke kamar tidur. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Sirih Tanya”