[Cerita Pendek] Cintaku Selamanya 2

selamanya

sumber

Dian membuka matanya perlahan. Cahaya lampu di atas kepalanya terasa begitu menyilaukan. Segera ia tutup matanya sambil berusaha mengingat-ingat, sedang di mana dia sekarang. Dian berusaha bangkit dari ranjang, tetapi sakit yang teramat nyeri memaksanya tidur kembali. Sakit itu berasal dari pinggangnya, begitu menusuk. Ia raba pinggang sebelah kanan, ada perban besar membalut sekujur pinggangnya. Dian mengaduh pelan. Matanya menyusuri sekeliling ruangan kosong. Di mana ini?

Lalu sedikit demi sedikit, sebuah ingatan datang. Hal terakhir yang ia ingat adalah ia sedang berada di depan makam Reza, lalu suara gemerisik yang datang tiba-tiba,  nyeri hebat yang seketika menghantam kepalanya, disusul rasa sakit di pinggang, sesuatu yang mengalir membasahi kemejanya, kelebatan orang-orang yang berteriak, lalu…ia tak ingat lagi.

“Aduh..”

Usahanya untuk mengingat ternyata membuat rasa sakit itu datang lagi. Dian memejamkan matanya. Kenangan tentang Reza berkelebat seperti slide film, frame demi frame silih berganti. Cerita bahagia, duka, pertengkaran, ketakutan, perasaan putus asa. Semua mengaduk perasaan. Tak terasa matanya membasah.

Terdengar suara pintu dibuka, dan langkah kaki mendekat. Harum bunga menyerbak dari tubuh orang yang baru datang itu. Dian membuka matanya. Seorang perempuan muda membawa nampan berisi obat sedang berdiri di sampingnya. Dengan cekatan perempuan itu memeriksa infus di tangan kiri Dian. Dian bahkan tak menyadari ada infus di tangannya.

“Suster…”

Perempuan itu menoleh. Senyum manis mengembang dari bibirnya yang penuh, dengan sapuan tipis pemerah bibir.

“Selamat pagi, Mas Dian. Sudah bangun?” Lanjutkan membaca “[Cerita Pendek] Cintaku Selamanya 2”