[FF Cinta Pertama] Ternyata Bukan Cinta

foto : ihwan-arifandi.blogspot.com
foto : ihwan-arifandi.blogspot.com

Aku mematikan mesin pesawatku dan menyalakan mode kamuflase. Dalam sekejap benda berbentuk kapsul yang hanya cukup untuk satu penumpang itu menghilang, menyatu dengan latar pepohonan di belakangnya. Aku tengadah. Pesawat induk yang tadi menurunkanku telah menghilang, melesat dengan kecepatan melebihi cahaya membelah angkasa sore.

Sekarang waktunya menjelajah!

Sebelum membuka kaca pesawat, kukenakan penutup kepala khusus. Untuk beberapa lama benda ini akan kupakai hingga aku bisa beradaptasi dengan oksigen bumi. Hupp! Aku melompat dan menjejak tanah berumput yang sedikit basah. Kuperhatikan sekitar : aneka bunyi, aroma dan kuserap dalam sekali lihat. Sementara sinar matahari yang menelusup di antara batang pohon membuatku tak perlu menyalakan kacamata infra merah.

Mendadak suara langkah kaki terdengar gegas menuju tempatku berdiri. Sigap aku melompat ke salah satu pohon besar dan menempelkan tubuh hijauku ke batangnya. Sedetik kemudian aku telah menyatu dengan lekuk kulit pohon.

Manusia! Lanjutkan membaca “[FF Cinta Pertama] Ternyata Bukan Cinta”

[Berani Cerita #42] Saksi Bisu

foto : unikbaca.com
foto : unikbaca.com

Pohon oak di tepi muara sungai Missisippi masih seperkasa dahulu. Dahannya yang rindang seolah lengan-lengan raksasa yang menjangkau sungai lebar di bawahnya. Menjelang musim gugur dedaunnya sempurna kecoklatan, sebagian jatuh di lapangan berumput yang dipenuhi remaja yang sedang bermain frisbee dengan teman atau anjing peliharaan.

“Kau ingat janji kita lima belas tahun lalu, Tony?” tanyaku pada lelaki berjas rapi dan sepatu tersemir tanpa cela. Dia membuang rokok di bibirnya ke rerumputan. Aku menatap masygul pada kebiasaan buruknya.

“Tentu,” katanya setelah meludah.” Kita kembali ke sini, mengenang masa lalu.”

Ah, bukan cuma itu, Tony. Lanjutkan membaca “[Berani Cerita #42] Saksi Bisu”