#FFRabu ~ Telunjuk Midas

midas

sumber

Hati Damus berdebar kencang. Mimpikah dia? Dia mendapat anugerah seperti Raja Midas?

“Hanya satu kali!” Pesan sosok misterius itu terngiang. Orang tua itu pasti penyihir, tegas hati Damus.

Damus menuding apel di tangannya. “Ah, tidak. Jika berhasil, emasnya terlalu sedikit. Tidak cukup menyenangkan hati Ibu.”

Diliputi kebingungan, Damus memutuskan pulang. “Ibu, aku…”

“Anak kurang ajar!” maki Ibunya di depan pintu. “Mana kayu bakarnya?”

Damus terperanjat. Lupa!

Sebuah tamparan hinggap di pipi. Hati Damus perih.

“Kapan kau bisa menyenangkan aku, ha? Kau seperti kutukan!”

Damus mengangkat telunjuknya. Tangisnya menderas. “Maafkan aku, Bu. Aku hanya ingin membahagiakanmu.”

Telunjuk Damus menyentuh dahinya sendiri.

100 kata