Cerfet #MFF : Labirin Rasa

foto : mobavatar.com
foto : mobavatar.com

bagian ke tiga belas

CERITA SEBELUMNYA

SATU | DUA | TIGA | EMPAT | LIMA | ENAM | TUJUH | DELAPAN | SEMBILAN | SEPULUH | SEBELAS | DUA BELAS

Dio menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Meski pikirannya sedang kalut, dia tak ingin menambah masalah dengan mengebut. Jalanan di depannya tampak senyap, hanya ada beberapa mobil yang silih berganti mendahului mobilnya. Dio mengusap wajahnya yang berkeringat meski di luar hujan dan AC mobil telah dinyalakan. Urusan cinta ini sungguh pelik. Dio menghela napas panjang.

Dio seperti tersadar saat menyadari bahwa mobilnya berhenti di depan sebuah rumah berhalaman luas yang ditumbuhi beberapa pohon buah di sisi kiri dan kanannya. Rumah itu memiliki teras lebar yang diisi dengan satu set kursi rotan, serta sebuah kursi malas. Rumah yang dulu menghadiahinya banyak kenangan manis, juga pahit. Rumah milik Malinda, ibu Ratih.

“Ah…” keluh Dio. “Mengapa aku bisa sampai ke sini?” Lanjutkan membaca “Cerfet #MFF : Labirin Rasa”

#Cerfet Dilema Dua Hati

foto : rurikakaka.wordpress.com
foto : rurikakaka.wordpress.com

BAGIAN 1-7 LIHAT DI SINI

Hidup adalah rangkaian kisah yang berjalin padu bagai helaian benang warna warni yang dirangkai jadi satu. Entah biru entah ungu mungkin merah bahkan hitam. Benang-benang kisah saling mengikat. Kadang terputus di satu simpul untuk kemudian bertemu lagi di simpul berikutnya.

Ratih merasa seluruh kenangan yang dia simpan dalam bilik hati terdalam mendesak keluar dari tempatnya terpendam selama ini. Berlesatan di kepala, melompat liar nyaris tanpa kendali. Pertemuan pertama. Genggaman tangan pertama. Pelukan pertama. Ciuman pertama. Semua hadir kembali hanya karena satu suara. Satu suara hangat yang pernah begitu lekat di ingatan, pernah begitu dekat di pendengaran.

“Halo?” Suara di seberang telepon terdengar lagi. Memutus lamunan Ratih.

“Ya halo. Maaf. Saya Ratih Kirana. Saya bicara dengan Pak Dio?” Ratih menata suaranya agar terdengar wajar. Sejenak dia merasa khawatir Dio bisa mendengar debar jantungnya yang memukul-mukul sejak tadi.

“Ratih!” suara terkejut terdengar. “Ya Tuhan! Kamu Ratih Kirana?” Lanjutkan membaca “#Cerfet Dilema Dua Hati”