[Flashfiction] Apa Kabar, Mama?

menelepon mama

“Hai, sayang.” Melalui speaker ponsel, suara lembut istriku menyapa Rania, bocah kecil kami.

“Mama apa kabar?” Mata indah Rania berbinar.

“Mama baik-baik saja, sayang.”

“Mama kapan pulang? Nia kangen!” Gadis kecil itu sedikit mengajuk. Ia menoleh ke arahku. “Pa, Mama belum sembuh ya?”

“Eh, Nia kok tanya Papa? Tuh, kan sedang ngobrol sama Mama.” Rania mengalihkan perhatiannya.

“…….segera pulang, kok.”

“Ma, tadi di sekolah gambar Nia dapat nilai 90!”

“…….jadi anak yang baik ya.”

“Trus, Ma, kata Bu Guru..” kalimat Rania terhenti. Mendengarkan.

“……sudah dulu ya, sayang.”

Klik.

“Pa, Mama kok ngobrolnya nggak nyambung ya?”

Aku terdiam. Rania semakin besar. Sebentar lagi rekaman suara almarhumah istriku takkan bisa menutupi kenyataan pahit ini.