[Flashfiction] Rahasia Liontin

liontin belanda

Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat. “Liza,” katanya, “aku sedang mencarimu; masuklah ke ruang kerjaku.”

Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya. Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

“Kamu orang masih berhubungan dengan lelaki pribumi itu, hah?” Ayah Liza meradang. Liza mengerut ketakutan di kursinya. Kata-kata yang ada di pikirannya mendadak menguap.

“Kamu ini noni Belanda! Anak Residen Cornelis van Houten. Lelaki itu bahkan tidak pantas jadi jongos kamu!”

Hati Liza tersentak. Ia ingin menyanggah, tapi tak berani. Ia sendiri sebenarnya belum yakin dengan pikirannya. Karena itu ia ingin mengenal Kardi lebih jauh.

Ayah Liza meneliti kembali surat yang dipegangnya. “Kamu mau ketemu dia kapan? Lusa?” Senyum kejam tersungging di bibirnya. Liza merasa ngeri memikirkan kelanjutan kalimat ayahnya.

“Papa, tolong jangan sakiti dia!” Pinta Liza putus asa.

Ayahnya tak peduli. “Biar aku yang mengajari pribumi tak tahu diri itu. Dia akan ingat selamanya.”

Liza merasa tengkuknya dingin. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Rahasia Liontin”