[Flashfiction] Bayi Berwajah Sedih

sumber
sumber

Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah pedang yang mengoyak-ngoyak pikiranku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kulakukan.

Lalu entah karena apa, bayi manis itu menangis. Tangis paling memilukan yang pernah kudengar. Perlahan airmata menetesi pipi gembilnya. Tapi cairan itu tidak berwarna bening melainkan merah. Bayi tampan itu menangis darah! Aku tercekat, tenggorokanku kesat. Lanjutkan membaca “[Flashfiction] Bayi Berwajah Sedih”