FFRabu – Mertua oh Mertua

mertua

sumber

Sedari dulu sudah kutahu, Ibu mertuaku adalah perempuan yang sangat menyayangi anaknya. Pasalnya, Menur, istriku itu adalah anak tunggal.

“Nur, aku mau bicara soal Ibu.”

Menur mengangkat matanya dari deretan huruf majalah. “Ya, Mas?”

Aku berdeham. “Bisakah kauminta pada Ibu agar tak usah datang lagi?”

Menur sontak berdiri. Matanya menudingku. “Mas tak suka? Kenapa?”

“Aku…tak nyaman.”

“Mas! Ibu cuma sesekali datang! Dia hanya ingin menjengukku!”

“Tapi..”

Kalimatku terhenti saat dari luar kudengar suara langkah kaki mendekat dan berhenti tepat di depan pintu.

“Ibu datang! Masuk saja, Bu!”

Pintu masih tertutup rapat. Hanya wangi melati yang perlahan meruap di sekujur ruangan.

100 kata

Kasih Tak Sampai

kasih-tak-sampai

sumber

Dua pasang mata kita bersua; berbicara dalam bahasa yang tak teraba.

“Kau cantik,”pujiku tulus.

Dia menengadah, menahan laju bening di matanya yang akan tumpah.

“Zain…”

“Ssst.. jangan menangis, Nira. Nanti bedaknya luntur. Hilang deh cantiknya.” Aku tertawa.

Lanjutkan membaca “Kasih Tak Sampai”

#FFRabu – Lukah Gilo

20101011-lukahgalo

sumber

“Ikutlah.”

Kulipah atau pawang akhirnya mengizinkanku. Aku gegas bergabung dengan empat lelaki berpakaian pendekar di tengah lapangan. Di belakang mereka sebuah lukah telah siap.

“Siapkan sesaji,”perintah kulipah.

Jantungku berdentang. “Ibu,” bisikku.

Kulipah membaca mantra. “Pegangi lukah!”

Kami bersiaga. Benda itu mulai bergerak. Pelan, lalu berubah liar. Kami terombang-ambing dengan kekuatan di dalamnya.

Lanjutkan membaca “#FFRabu – Lukah Gilo”