[Semacam Puisi] Kenyataan yang Menyakitkan

believe-lie-quotes-sad-true-truth-Favim.com-55693

sumber

Sebab kenyataan itu sendiri sudah cukup menyakitkan, untuk apa lagi diimbuhi kata-kata tajam.

Mereka bilang diam itu emas, tapi bagiku artinya menerima kekalahan.

Kadang kupikir, cara terbaik selesaikan masalah adalah dengan menyerah kalah.

Tertatih kaki melangkah, seperti ranting hampir patah. Ingin aku berbalik arah, lalu berlari tak tentu arah.

Aku tak punya daya, mungkin karena tak menginginkannya.

Kau benar, kaulah yang selalu benar. Aku yang salah, aku yang selalu kalah.

[Semacam Puisi] Ingatkah Kau Padaku : Sebuah Catatan Lama

ingatkah kau padaku

Ingatkah Kau Padaku?

Ingatkah kau padaku?
Seperti ku s’lalu ingat padamu
Jauh perjalanan yang harus kita tempuh
Terasa ringan langkah yang terayun
Meniti buih hidup bersama
Tiada keraguan

Ku s’lalu ingat padamu
Tak peduli apakah kau juga begitu
Tulus harapan yang kukirimkan
Lewat semilir hembusan bayu
Dan percikan embun pagi
Hidupmu kan s’lalu bersinar
Diselubungi kebahagiaan sejati

Hari ini tiba saat berucap
Kata selamat ucapan doa
Padamu yang tengah berbahagia
Semoga segala cita dan cinta
Menaungi hidupmu s’lalu
Hanya satu yang ingin kutahu
Ingatkah kau padaku?

Jalanpanjangberliku, 020903
Adakah Asa?

******

Lihat tanggal yang tertera pada ‘semacam puisi’ di atas? Ya, 2 September 2003, nyaris sepuluh tahun lalu. Seorang teman ternyata masih menyimpan tulisan lamaku itu yang dulu kuketik di komputer milik kantor. Ya, ternyata sepuluh tahun lalu aku sudah senang ber-semacam-puisi. Semoga sepuluh tahun yang akan datang, dan sepuluh tahun-sepuluh tahun berikutnya aku akan tetap menulis. Semoga kelak tulisanku itu layak diberi label ‘puisi’ dan bukannya ‘semacam puisi”. Amiin… 🙂

Thanks to Emma…

[Semacam Puisi] Awan Awan

awan

Awan-awan, putih ringan mengapung di awang-awang. Terkadang lembut terkadang garang.

Awan-awan, selembut kapas yang dihamparkan. Sesekali  menggulung tebal, kadang setipis papan.

Awan-awan, ingin kusibak selubung hitam. Mereka-reka rahasia yang tersembunyi di balik kelam.

Awan-awan berjalan dihembus angin perlahan. Kemana akan kau bawa titik air dalam kandungan?

Awan-awan, izinkan sesekali aku berenang-renang dalam kelembutan. Lalu berbaring diam-diam menatap matahari siang. Barangkali sinarnya ramah tak membutakan.

Awan-awan rupawan, adakah sesuatu yang kau sembunyikan di balik punggungmu? Mungkinkah bidadari kahyangan bermata sendu ada di situ? Izinkan aku mencari tahu.

Awan-awan hitam garang, seberapa dalam kepedihan kau pendam. Akankah terhapus dengan satu derai tangisan? Atau satu badai akan hilangkan segala dendam.

Awan-awan yang menyimpan petir dengan bentakan yang mendebarkan, gerangan apa penyebab kemarahan. Adakah perih hati terlalu menikam?

Awan-awan yang menyimpan beragam perasaan; riang, sedih dan kemarahan, rengkuh aku dalam dekapan, di awang-awang, bersama kelam.

[Semacam Puisi] Berhenti Sedih, Kawan..

jangan menangis kawanBelum berlalu satu minggu sejak kutulis berita tentang bahagiamu

Masih hangat dan lekat dalam ingat tentang seri binar matamu, keyakinan yang membaja akan masa depan bahagia bersama dia

Ya, masih segar semuanya kuingat.

Lalu apa yang terjadi hari ini?

Kau kabarkan tentang air mata, yang menyerbu pipi setelah segalanya seolah sirna

Kekasih berbalik arah, tak lagi yakin tentang cinta kalian

Janji bertemu pun musnah di awang-awang, berganti sesak yang mengawang-awang di dada yang rawan

Lalu apa yang dia bilang?

Bahwa kau terlalu baik untuknya. Bahwa masih banyak orang lain yang sedia menawarkan cinta. Dan bahwa mungkin hanya dia manusia yang tega memberi tuba di hatimu yang penuh cinta

Itukah semua yang dia bilang?

Apa artinya? Semanis apapun kata-kata yang berhamburan dari bibirnya, duri juga yang sampai di hatimu

Sudah, sudahlah. Keringkan matamu kawan. Semua belum terlambat, belum terlalu rusak hatimu karena harap

Lebih baik begini, kurasa. Berakhir ketika belum terlalu banyak berkorban rasa

Dan entah mengapa, kudapati kata-kata dia ada benarnya juga

Bahwa banyak yang akan bersedia menghantar cinta

Kalimat terakhirmu telah mengisyaratkan, ada dia yang lain menunggu di seberang jalan

Berhenti sedih, Kawan…