Kasih Tak Sampai

kasih-tak-sampai

sumber

Dua pasang mata kita bersua; berbicara dalam bahasa yang tak teraba.

“Kau cantik,”pujiku tulus.

Dia menengadah, menahan laju bening di matanya yang akan tumpah.

“Zain…”

“Ssst.. jangan menangis, Nira. Nanti bedaknya luntur. Hilang deh cantiknya.” Aku tertawa.

Leluconku pasti teramat garing. Nira masih terisak, aku pun sebenarnya tak ingin tertawa. Tapi aku harus terus bersuara agar teriakan batinku tak mengambil alih kepala.

Kaucinta Nira, Zain! Dia juga mencintaimu. Tarik tangannya, selamatkan dia dari pernikahan yang tak seharusnya terjadi!

Tapi aku bergeming saat Nira digiring menuju ruang tamu tempat akad nikah akan dilangsungkan. Seorang laki-laki gagah menantinya di sana : Ayahku.

100 kata

12 komentar pada “Kasih Tak Sampai”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s